Macron Tambah Daftar Panjang Pemimpin Dunia yang Terinfeksi Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Prancis, Emmanuel Macron dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Istana Kepresidenan Elysee mengumumkan hal tersebut pada Kamis (17/12) sore WIB.

Dalam pernyataan singkatnya, Istana Kepresidenan tidak menyebutkan gejala apa yang dialami Macron. Macron dikabarkan akan mengisolasi diri selama tujuh hari ke depan.

Pandemi virus corona telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah, dengan jumlah kematian 1,6 juta di seluruh dunia –menjadi catatan kelam sejarah modern. Belum lagi terdapat setidaknya 74,6 juta kasus yang tercatat secara global.

Dan Presiden Macron menambah daftar panjang pemimpin dunia dan politisi yang positif terinfeksi virus corona. Sebelumnya ada beberapa nama pemimpin yang positif terinfeksi virus corona, namun telah dinyatakan sembuh, mereka di antaranya:

  1. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Melania Trump

Presiden Trump mengatakan di akun Twitter-nya bahwa ia dan ibu negara tertular virus corona pada 2 Oktober 2020. Trump sendiri sempat meremehkan virus yang menewaskan 300 ribu nyawa warga AS.

Presiden AS itu menjadi kepala negara tertua yang terinfeksi virus corona, yakni 74 tahun. Usai dirawat selama tiga hari di rumah sakit, Trump kembali ke Gedung Putih.

  1. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson

Perdana Menteri berusia 55 tahun itu mengatakan bahwa ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 27 Maret 2020. Melalui akun Twitter-nya, ia menuturkan dalam keadaan stabil dan hanya mengalami gejala ringan.

PM Johnson pun harus mengisolasi diri dan akan tetap bekerja dari rumah. PM Johnson  kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif pada 6 April setelah gejalanya memburuk.

  1. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro

Presiden Bolsonaro mengumumkan dirinya terinfeksi virus corona pada Juli. Selama berbulan-bulan, Bolsonaro sempat menggoda virus itu dan menyebutnya sebagai flu ringan.

Ketika negara-negara di dunia menerapkan aturan social distancing yang ketat, Bolsonaro sendiri malah abai. Ia bahkan berulang kali terlihat tak mengenakan masker ketika berada di are publik.

  1. Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko

Presiden Lukashenko yang menepis kekhawatiran mengenai virus corona sebagai psikosis dan malah merekomendasikan meminum vodka agar tetap sehat, justru terserang virus corona pada Juli. Ia dilaporkan tertular sendiri, tetapi tidak menunjukkan gejala.

Belarusia sendiri merupakan salah satu negara yang tidak mengambil tindakan komprehensif terhadap virus corona.

  1. Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez

Presiden Honduras mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus corona pada Juni. Ia sempat dirawat di rumah sakit di kota Tegucigalpa selama beberapa hari dan kemudian diizinkan pulang.

“Sepanjang akhir pekan, saya merasa tidak enak badan dan hari ini saya didiagnosa tertular COVID-19,” kata Hernandez kala itu.

Selain lima nama pemimpin dunia di atas, ada sejumlah pemimpin lain yang sempat dinyatakan positif terinfeksi virus corona, yakni Pangeran Inggris, Pangeran Charles, Pangeran Monaco, Pangeran Albert II, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, serta mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berluconi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini