Louis Vuitton Masih Brand Fashion Termahal di Dunia, Hermes Posisi Ketiga

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Perjalanan sebuah brand untuk berada seperti Louis Vuitton sepertinya sangat sulit. Tercatat, Louis Vuitton sudah menjadi merek termahal di dunia dengan penilaian merek yang mencapai 32,223 miliar dolar AS dan pertumbuhan 14 persen dari tahun ke tahun.

Tingkat pertumbuhan nilai merek Louis Vuitton, membuatnya masuk dalam deretan brand mewah paling berharga di dunia.

Interbrand juga meganalisa bahwa ritel barang mewah tumbuh paling cepat. Adapun tingkat pertumbuhan rata-rata per tahunnya sebesar 11 persen. Bahkan, tingkat pertumbuhan sektor barang mewah tersebut melampaui sektor teknologi.

Dalam membuat peringkat nilai merek termahal di dunia, Interbrand menganalisis kinerja keuangan atau layanan suatu merek, serta kekuatan kompetitif dari suatu brand.

Dari hasil tersebut, terdapat sembilan perusahaan fesyen dengan harga tertinggi di dunia. Merek mewah top di dunia adalah Louis Vuitton. Selain itu, Gucci tercatat sebagai merek mewah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan 23 persen.

Berikut adalah 9 brand fashion termahal dunia seperti dilaporkan Business Insider pekan lalu.

  1. Louis Vuitton

Louis Vuitton memiliki nilai merek 32,223 miliar US dolar, dengan pertumbuhan 14 persen. Ini membuat Louis Vuitton menjadi merek mewah paling berharga di dunia dan juga masuk dalam merek ke-17 paling berharga di dunia dalam semua sektor.

  1. Channel

Channel ada di urutan 22 dalam daftar peringkat merek paling berharga di seluruh dunia.  Chanel memiliki nilai merek 22,134 miliar US dolar, dengan pertumbuhan 11 persen.

  1. Hermes

Hadir di urutan ke-28 dalam daftar keseluruhan merek global, Hermès memiliki nilai merek 17,92 miliar US dolar, dengan pertumbuhan 9 persen.

  1. Gucci

Gucci (merek global ke-33 paling berharga di semua sektor) memiliki nilai merek 15,949 miliar US dolar dan mencatat pertumbuhan 23 persen. Capaian itu menjadikannya merek mewah yang paling tinggi pertumbuhannya.

5. Cartier

Meskipun Cartier turun satu peringkat di peringkat keseluruhan semua merek industri (dari nomor 67 di 2018 ke nomor 68 tahun ini), pertumbuhan perusahaan tidak menurun. Cartier memiliki penilaian merek senilai 8,192 miliar US dolar, dengan tingkat pertumbuhan 7 persen.

  1. Dior

Dior memiliki nilai merek 6,045 miliar US dolar. Tidak hanya itu, tingkat pertumbuhannya pun fantastis, yaitu 16 persen, dibandingkan tahun lalu.

  1. Tiffany & Co.

Tiffany & Co. memiliki nilai merek 5,335 miliar US dolar. Akan tetapi memiliki tingkat pertumbuhan -5 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

  1. Burberry

Burberry memiliki nilai merek 5,205 miliar US dolar dan memiliki tingkat pertumbuhan 4 persen. Burberry berada di nomor 96 di daftar keseluruhan merek global terbaik pada 2019.

  1. Prada

Prada memiliki nilai merek 4,781 miliar US dolar. Nilai itu menurun sebesar satu persen dibandingkan tahun lalu. Prada berada di urutan 100 dalam daftar keseluruhan merek global terbaik pada 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini