Lolos ke Final Grand Slam Australian Open, Nadal Makin Dekat Ukir Sejarah

Baca Juga

MATA INDONESIA, MELBOURNE – Petenis Rafael Nadal melangkah ke final grand slam Australian Open 2022. Pria asal Spanyol itu selangkah lagi mengukir rekor baru di turnamen bergengsi tersebut.

Nadal melangkah ke final setelah mengalahkan petenis Italia, Mattep Berrettini, 6-3, 6-2, 3-6, dan 6-3. Di final, dia akan menghadapi petenis Rusia, Daniil Medvedev.

Nadal mengoleksi 20 titel grand slam selama kariernya. Jumlah itu sama dengan yang dikoleksi Novak Djokovic dan Roger Federer. Kedua pesaingnya itu absen di Australian Open.

Ini adalah final grand slam ke-29 sepanjang karier petenis kidal itu atau beberapa bulan setelah dia berjuang dengan cedera kaki yang bisa saja mengakhiri kariernya.

Peluang Nadal mengukir rekor baru sangat besar. Apalagi rivalnya, Djokovic absen tahun ini karena dicekal masuk ke Australia dengan alasan belum divaksin Covid-19, sedangkan Federer kondisinya belum fit.

“Saya sangat bahagia bisa bertarung dan tampil baik selama tuga pekan terakhir. Saya terkejut bisa bermain di level yang saya tunjukkan di turnamen ini,” ujar Nadal, dikutip dari BBC, Sabtu 29 Januari 2022.

“Untuk bersaing dan main tenis di level tinggi lagi dan berhadapan dengan petenis terbaik di dunia, adalah hal yang luar biasa bagi saya,” katanya.

Final Australian Open 2022 putra antara Nadal melawan Medvedev akan digelar pada Minggu 30 Januari 2022 di Rod Laver Arena.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini