Ledakan di Bandara Kabul buat Trump Murka

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Sebuah rekaman memilukan beredar luas di sosial media. Di mana orang-orang berdesakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan hanya beberapa jam sebelum ledakan menewaskan puluhan jiwa, termasuk setidaknya 13 pasukan Amerika Serikat (AS).

Adegan bom bunuh diri di Afghanistan digambarkan sebagai pembantaian dengan tubuh anak-anak, perempuan, dan pria tak berdosa berserakan di tanah dengan bersimbah darah.

Dunia mengecam ledakan bom di Kabul, Afghanistan yang sedang bergemuruh. ISIS-K, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Kelompok ekstrimis ini telah melakukan serangkaian serangan brutal, terutama menargetkan minoritas Syiah di Afghanistan, termasuk serangan tahun 2020 di sebuah rumah sakit bersalin di Kabul, di mana mereka membunuh perempuan dan bayi.

Berbicara di Gedung Putih, Presiden AS, Joe Biden memerintahkan Pentagon untuk memburu pelaku penyerangan. Dengan menahan air mata dan emosi, Biden juga menegaskan bahwa ia tidak akan pernah memaafkan dan melupakan ledakan bom tersebut.

Sementara mantan Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa serangan itu adalah hal paling memalukan yang pernah terjadi. Ia juga kembali menyalahkan keputusan penggantinya, Biden, yang dianggapnya telah merusak rencana.

“Kami terlihat seperti orang bodoh di seluruh dunia. Kami lemah, kami menyedihkan. Kami dipimpin oleh orang-orang yang tidak tahu apa yang mereka lakukan,” kata Trump, melansir News.com.au, Jumat, 27 Agustus 2021.

“Pemerintah telah merusak rencana dan militer seharusnya menjadi yang terakhir pergi, tetapi Joe Biden membawa mereka keluar terlebih dahulu, yang merupakan langkah terbodoh yang pernah dilakukan siapa pun,” tuturnya.

Ledakan dua bom mengguncang area sekitar Abbey Gate dan Baron Hotel di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8) waktu setempat.

“Saya mendengar (komandan Komando Pusat AS) Jenderal (Kenneth) McKenzie mengatakan bahwa Taliban akan melindungi kami, Taliban adalah musuh! Negara kita belum pernah melihat kebodohan seperti ini,” katanya.

 “Kami bisa pergi dengan selamat, kami bisa membawa semua orang yang kami inginkan, semua warga negara Amerika yang hebat dan orang-orang yang membantu kami apakah itu penerjemah atau orang lain,” sambungnya.

“Kami tidak akan terburu-buru karena Taliban tidak ke mana-mana, kami benar-benar mengendalikan mereka. Setiap kali kami melihat gerakan, kami akan memukul dengan F/A-18 (jet tempur) dan gerakan itu berhenti,” tuntasnya.

Pemerintahan Trump berkomitmen bahwa AS harus menarik total tentaranya dari Afghanistan dalam kesepakatan Februari 2020 dengan Taliban. Sementara Biden tetap pada pendiriannya bahwa tenggat waktu penarikan pasukan AS di Afghanistan yakni pada 31 Agustus 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara Demi Wujudkan Pilkada 2024 Berintegritas

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan aspek krusial dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sebagai pelayan publik, ASN memiliki...
- Advertisement -

Baca berita yang ini