Lawan Juventus Tanpa Donnarumma dan Paqueta, Milan Bisa Apa?

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – AC Milan diterpa badai cedera jelang big match melawan Juventus pada Sabtu 6 April 2019. Dua pilar utama Milan dipastikan absen, yakni kiper utama Gianluigi Donnarumma dan Lucas Paqueta.

Hal itu membuat Rossoneri was-was. Pasalnya Milan dipastikan akan kekurangan daya gedor dan pertahanan terbaik terakhirnya yang selama ini dijaga kiper berusia 19 tahun tersebut.

“Tapi, kami bersyukur klub tidak ikut kehilangan Kessie dan Calhanoglu,” tulis laporan dari Milan, seperti dikutip Football Italia, Jumat 5 April 2019.

Franck Kessie dan Hakan Calhanoglu yang semula juga diperkirakan akan absen ternyata dikonfirmasi sudah pulih. Kehadiran keduanya diharapkan bisa membuat pelatih Gennaro Gattuso menentukan skema permainan terbaik di hadapan tim asuhan Massimiliano Allegri.

Setan Merah harus memenangkan pertandingan melawan Si Nyonya Tua untuk tetap menjaga peluangnya lolos ke Liga Champions musim depan.

Namun, Juventus juga tidak akan tinggal diam. Jika menang melawan Milan, Juve berpeluang besar langsung mengunci gelar Scudetto pada pekan ini, sebelum musim kompetisi berakhir.

Berikut daftar pemain AC Milan yang ikut bertandang ke markas Juventus: 

Kiper: A Donnarumma, Reina, Soncin

Bek: Abate, Calabria, Caldara, Laxalt, Musacchio, Rodriguez, Romagnoli, Strinic, Zapata

Gelandang: Bakayoko, Bertolacci, Biglia, Kessie, Mauri

Penyerang: Borini, Calhanoglu, Castillejo, Cutrone, Piatek, Suso

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini