Kuburan Dibongkar, Warga Jombang Digegerkan Pencurian Kain Kafan Wanita Muda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang digegerkan dengan kasus pencurian kain kafan dari kuburan yang baru meninggal.

Salah satu makam di kuburan desa tersebut dibongkar orang tak dikenal. Makam tersebut atas nama Anis Purwaningsih (26) yang meninggal dan dimakamkan pada Sabtu 19 September 2020. Pelaku mencuri kain kafan di makam tersebut namun hanya sepotong.

“Polisi sudah menerima laporan dari keluarga. Dari tiga potong kain kafan yang hilang sepotong. Kita masih melakukan penyelidikan atas kasus itu,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Hariyono.

Haryono mengatakan peristiwa tersebut diketahui oleh saksi bernama Suparno sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melihat kuburan tersebut dalam kondisi acak-acakan.

Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke keluarga Anis. Dari situ, keluarga bersama tiga warga melakukan pengecekan. “Ternyata benar, ada kain kafan yang dicuri oleh orang tak dikenal. Pihak keluarga tidak mempermasalahkannya. Mereka meminta jasad tersebut dikubur kembali,” katanya.

AKP Hariyono mengatakan polisi mengamankan barang bukti berupa piring di lokasi makam. Dugaan sementara, piring itulah yang digunakan oleh pelaku membongkar makam Anis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini