KPCPEN Pastikan Penanganan Covid19 Terus Membaik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komite Penanganan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menegaskan penanganan pandemi itu sudah baik.

Menurut Ketua KPCPEN, Erick Thohir, langkah-langkah tersebut seperti menambah kemampuan testing specimen, menambah kesediaan tempat tidur rumah sakit dan ruang isolasi, meningkatkan standardisasi penanganan kasus serta pasokan obat terapi penyembuhan.

Terakhir adalah percepatan ketersediaan vaksin Covid19 dengan bekerja sama sejumlah negara.

Erick menegaskan langkah-langkah itu sudah menampakkan hasil positif karena pada Rabu 23 September 2020 Indonesia sudah melakukan spesimen harian sudah mencapai 38.181.

Menurut Erick angka pemeriksaan tersebut sudah melebihi standar WHO dan membuat angka kesembuhan pasien sembuh sebesar 73 persen.

Maka langkah KPCPEN adalah meningkatkan angka kesembuhan dan mengantisipasi peningkatan kasus.

Untuk mencapai hal itu, KPCPEN dan pemerintah akan memastikan ketersediaan rumah sakit rujukan dan ketersediaan fasilitas isolasi pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala.

Namun, pemerintah akan berupaya meringankan beban rumah sakit serta mengurangi beban tenaga medis agar tidak kelelahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini