Komitmen Forum CSR DKI Jakarta Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di usia delapan tahun, Forum CSR DKI Jakarta telah melalui berbagai transformasi sebagai wujud adaptif terhadap perubahan kehidupan masyarakat.

Selama setahun terakhir, terutama di masa Pandemi Covid-19, beragam terobosan dilakukan berupa program-program inovatif terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut mengungkapkan sebagai mitra dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Forum CSR DKI Jakarta sejauh ini aktif dan terlibat dalam perumusan hingga pelaksanaan kebijakan.

Terlebih di masa Pandemi Covid-19, Forum CSR DKI Jakarta berperan sebagai penghubung antara pemangku kebijakan dengan pelaku usaha (perusahaan) demi mewujudkan kesejahteraan sosial.

“Setahun terakhir merupakan tahun yang penuh tantangan. Baik dunia usaha, industri, UMKM, organisasi kemasyarakatan hingga kaki lima semuanya terkena dampak dari Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Forum CSR DKI Jakarta terus berupaya menjadi katalisator terwujudnya kolaborasi antar pemangku kepentingan di Jakarta guna kesejahteraan masyarakat,” kata Mahir.

Tercatat 28 kolaborasi telah dilakukan Forum CSR DKI Jakarta baik dengan pihak swasta maupun pemerintah dalam Program Bantuan Sosial Penanganan Covid-19. Beberapa mitra Forum CSR DKI Jakarta dalam program tersebut antara lain Wijaya Karya (Persero), Tbk, Pertamina (Persero), Danone Indonesia, Palang Merah Indonesia, Rekso National Food, Unilever Indonesia, Rumah Yatim, hingga Kitabisa Indonesia.

Dukungan yang diberikan berupa bahan pokok, uang tunai, matras, tabung oksigen, masker, Alat Pelindung Diri (APD), disinfektan serta tempat cuci tangan portable.

“Kami mengajak perusahaan ikut aktif dalam membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Kami juga berupaya memberikan data yang benar agar bantuan bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini