Komentar Nyeleneh Ibrahimovic Usai Cetak Dua Gol

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang kemenangan AC Milan dengan memborong dua gol. Layaknya seorang Ibrahimovic, komenter nyeleneh diucapkannya ketika wawancara.

Berlaga di San Siro, Selasa 22 Septemeber 2020 dini hari WIB, Milan mengalahkan Bologna 2-0. Gol pertama Ibrahimovic berawal dari umpan Theo Hernandez dan satu gol dari tendangan penalti.

Oktober mendatang, Ibrahimovic akan menginjak usia 39 tahun. Meski demikian, usia tak menghalangi penampilan Ibrahiomvic di lapangan.

“Saya dalam kondis bagus. Saya terus berlatih. Kami menang dan harus saya bisa mencetak lebih dari dua gol. Jika sekarang usia saya 20 tahun, saya bisa mencetak dua gol lagi,” ujar Ibrahimovic, dikutip dari Football Italia, Selasa 20 September 2020.

“Saya tidak tua, saya seperti Benjamin Button (tokoh dalam film). Saya mulai dari tua dan mati dalam kondisi muda. Saya tak ingin orang-orang membicarakan usia saya,” tambahnya.

“Saya ingin diperlakukan di level yang sama dengan orang lain. Tak peduli usia saya 38 tahun. Saya ingin diperlakukan sama dengan seseorang usia 20 tahun dan menjalani sesi latihan yang sama,” katanya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini