Kolaborasi KONI Pusat dan Universitas Terbuka Dukung Pendidikan Atlet Berprestasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Universitas Terbuka mendukung pendidikan atlet berprestasi melalui sebuah perjanjian kerja sama (PKS).

Ini merupakan kerja sama pertama KONI Pusat dengan universitas negeri di masa kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Letjen TNI Purn Marciano Norman.

Kegiatan penandatanganan PKS dilakukan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Banten bersamaan dengan Wisuda Universitas Terbuka Periode II Tahun Akademik 2020/2021 pada hari Selasa, 30 November 2021.

Ketum KONI Pusat, Norman Marciano, mengapresiasi dukungan Universitas Terbuka, termasuk adanya beberapa atlet dan pelatih berprestasi yang merupakan mahasiswa/i perguruan tinggi negeri tersebut.

“Pola pembelajaran yang dilakukan mahasiswa yang juga berprestasi itu adalah pola yang sangat tepat untuk atlet-atlet. Mereka kesehariannya hanya berlatih, berlatih dan berlatih,” kata Marciano.

“Di samping latar belakang olahraga, mereka juga dibekali pendidikan yang baik sehingga akan menjadi sumber daya manusia yang kita idam-idamkan,” ujarnya.

Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat mengatakan, Universitas Terbuka telah ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium Pembelajaran dalam Jaringan Nasional.

“Kepada para atlet berprestasi, Universitas Terbuka menyediakan 100 beasiswa pendidikan bagi para atlet. Dengan kerja sama ini (dengan KONI Pusat) diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi dan pengetahuan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang andal,” ucapnya.

Universitas Terbuka memiliki mahasiswa/i dan bahkan pelatih yang berprestasi di bidang olahraga. Ini dibuktikan dengan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua. Universitas Terbuka memberikan dukungan beasiswa pendidikan kepada 13 atlet dan pelatih.

Berikut 13 atlet Universitas Terbuka yang berprestasi di dunia olahraga:

  1. Ni Luh Gede Hasita Prema Dewi (Ilmu Hukum S1 UT Denpasar) Medali Emas Kategori Freestyle Putri Kabaddi (Eksibsi) dan Medali Perunggu Kategori Super 5 Putri Cabang Olahraga Kabaddi (Eksibsi)
  2. Riska Meidita (S1 Akuntansi UT Denpasar) Medali Perunggu Shorinji Kempo (Embu Berpasangan Yudansha I DAN Putri)
  3. Alfi Syifa Nila Muna (S1 PGSD UT Semarang) Medali Emas Ring Sport Low Kick Putra 51Kg
  4. Muhamad Rifqi Tofani (S1 PGSD UT Semarang) Pelatih Alfi Syifa Nila Muna
  5. Febriana Dwipuji Kusuma (S1 Sistem Informasi UT Jember) Medali Emas Ganda Putri Bulutangkis, dan Medali Emas Beregu Putri
  6. Yuningsih Christiana Masoara (S1 Ilmu Hukum UT Palu) Medali Perunggu Cabang Karate
  7. Desandri (S1 Manajemen UT Bogor) Medali Emas Cabang Olahraga Kriket Super Eight Men dan Medali Perunggu Cabang Olahraga Kriket Sixes Men
  8. Ni Made Putri Suwandewi (S1 Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan UT Jakarta) Medali Perunggu Nomor Sixes, Medali Emas Nomor Super 8 dan Medali Perunggu Nomor T20
  9. Alma Fauziah Ismail (S1 Ilmu Hukum UT Bandung) Medali Emas Cabang Anggar Beregu dan Medali Perunggu Cabang Anggar Sabre Perorangan
  10. Komang Ayu Cahya Dewi (S1 Ilmu Hukum UT Denpasar) Medali Perak Cabang Bulutangkis Tunggal Putri Perorangan dan Medali Perunggu Beregu Putri
  11. Ridwan (Magister Manajemen Bidang Minat SDM UT Mataram) Medali Emas Lari 1.500 M Putra
  12. Nur Anisah (S1 PGSD UT Samarinda) Medali Emas Hoki Putri
  13. Fitriyani (S1 PGSD UT Samarinda) Medali Emas Hoki Putri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini