Klopp Kaget Raih Trofi Pelatih Terbaik Versi FIFA

Baca Juga

MATA INDONESIA, LIVERPOOL – Jurgen Klopp dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2020 versi FIFA. Pria asal Jerman itu mengaku kaget memenangkan trofi ini lagi.

Klopp menyabet trofi tersebut dengan menyingkirkan dua pesaingnya, Hansi-Flick (Bayern Muenchen) dan Marcelo Bielsa (Leeds United).

Sebelumnya, Klopp mendapatkan trofi serupa tahun lalu ketika membawa Liverpool menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Tottenham Hotspur. Tahun ini, pelatih asal Jerman itu kembali menyabet status pelatih terbaik berkat keberhasilannya memberikan Liverpool juara Liga Inggris pertama sejak 1990.

“Saya terkejut. Ada banyak orang yang saya harus berikan ucapan terima kasih dan kebanyakan dari mereka adalah tim pelatih saya. Jika tahu akan menjadi pemenang, tim pelatih akan saya ajak,” ujar Klopp, dikutip dari BBC, Jumat 18 Desember 2020.

“Apa yang kami lakukan tahun lalu berkat perjuangan tim pelatih (dan para pemain). Kami tidak bermimpi selama 30 tahun, tapi kami sudah bermimpi dalam beberapa tahun saja,” katanya.

“Tahun yang luar biasa dan kami semua menjalani tahun spesial yang sayangnya tidak dalam cara positif, tapi bagi fans Liverpool setidaknya kami bisa memberikan sesuatu di masa sulit ini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini