Kinerja Ekspor RI Jadi Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Walau kasus covid-19 terus naik, namun tidak menurunkan kinerja dari eskpor Indonesia. Tercatat dalam dua kuartal terakhir diklaim tumbuh positif di sekitar 5 persen.

“Kita lihat neraca perdagangan juga secara terus menerus surplus ya 35,34 miliar dolar AS. Untuk bulan Mei ini meskipun kita sempat tahan ekspor CPO ya tetap surplus di angka 19,79 miliar dolar AS. Sehingga, dengan demikian ekonomi Mei tetap tumbuh sebanyak 27 persen,” kata Airlangga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Dikatakan Airlangga, tren positif ekspor harus terus dijaga. Pasalnya, tren positif ekspor langsung berdampak terhadap performa pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Terlebih, Indonesia bakal dihadapkan dengan agenda presidensi G20.

Dalam rangka G20 Presiden mengamanatkan 3 isu utama.Yakni, isu arsitektur kesehatan, transformasi digital termasuk di bidang pangan.

“Dari farm (kebun atau sawah) bisa sampai ke meja. Sampai isu reuse, recycle, reduce jadi dari apa yang ada di atas meja dimasukkan lagi ke tanah. Yang organik jadi pupuk dan non-organik di recycle lagi,” ujar Airlangga.

Dirinya menambahkan, Indonesia juga diminta untuk memimpin agenda Global Crisis Response Group (GCRG) dengan sejumlah isu yang dibahas antara lain isu pangan, energi dan krisis keuangan global.

“Khusus untuk sektor pangan ini sudah 24 negara melarang ekspor, namun tujuh sudah melakukan relaksasi lagi. Sehingga, dari itu masih ada 17 negara yang masih menahan ekspor mulai dari gandum, ayam, dan berbagai produk hortikultura lain termasuk pupuk,” katanya.

Indonesia, kata Airlangga, dihadapkan dengan upaya serius untuk memenuhinya ketersediaan pangan dalam negeri. Sejumlah strategi bisa dilakukan seperti mengamankan supply side, diversifikasi pangan, dan terakhir adalah efisiensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Harga Daging Sapi di Bantul mulai Turun, Ini yang jadi Penyebabnya

Mata Indonesia, Bantul - Setelah Lebaran, harga daging sapi di Bantul mulai mengalami penurunan secara perlahan. Nur Wijaya, Lurah Pasar Niten, membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa pada 15-16 April 2024, harga daging sapi sudah stabil.
- Advertisement -

Baca berita yang ini