Ketum PBNU Minta Umat Muslim Hormati Ramadan dengan Tidak Saling Caci

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Ramadan sebentar lagi datang. Alangkah indahnya bulan suci ini kita sambut dengan banyak-banyak berbuat kebaikan dan tidak saling bermusuhan.

Hal inilah yang diminta oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj agar umat Islam di Indonesia menyudahi permusuhan gara-gara Pilpres 2019 yang kini sudah kelar.

“Tidak pantas dan tidak layak kita saling caci maki. Kita hormati bulan suci Ramadan dengan membuang rasa kebencian dan permusuhan, serta bangun persaudaraan,” kata Said Aqil di Jakarta, Jumat 3 Mei 2019.

Mengenai isu panas seputar Pemilu 2019, Said mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Muslim agar bersabar menunggu hasil resmi dari KPU pada 22 Mei 2019 nanti.

“Kita percaya pada KPU, Bawaslu, dan DKPP, bahkan kita doakan KPPS yang gugur semoga diterima arwahnya diampuni segala dosanya,” kata Said dalam acara Multaqo yang digelar di Hotel Kartika Chandra.

Multaqo ini dihadiri oleh ulama sepuh Kiyai Maimun Zubair alias Mbah Moen, Habib Lutfi bin Yahya, Said Aqil Siraj, TGB Turmudi Badarudin, Kiyai Anwar Iskandar, Nasaruddin Umar, Maskuri Abdulillah, Kiyai Masdar F Mas’udi, Habib Salim Jindan dan lainnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini