Keren! Air Liur Bisa Dijadikan Sampel untuk Mengetahui Sisa Umur Manusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sampel air liur ternyata bisa dijadikan sampel untuk memberi tahu seseorang tentang usia biologisnya.

Metode baru ini diklaim secara akurat memperkirakan jumlah tahun yang tersisa dalam hidup seseorang. Demikian sebagaimana dikutip dari The Sun.

‘Mengukur usia’ dalam istilah ini tidak memperhitungkan kondisi sel atau kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan.

Perusahaan teknologi kesehatan bernama Elysium Health menyebut telah menemukan cara menghitung umur dengan tes “usia biologis”.

Tes itu dikatakan bisa menghasilkan wawasan yang lebih akurat tentang berapa banyak waktu yang tersisa bagi seseorang untuk hidup.

Dijelaskan bahwa sebuah tes dilakukan dengan cara mengukur “telomer” sel pasien, yang mana merupakan tutup untaian DNA yang dapat dibuang atau terpotong ketika sel bereplikasi.

Seiring bertambahnya usia, panjang telomer memendek, sehingga menyebabkan tanda-tanda penuaan dan kerentanan terhadap penyakit.

Dalam hal ini Elysium Health menawarkan tes usia biologis dengan biaya USD 499 atau sekitar Rp 7,5 juta, menguji lebih dari 100.000 “pola metilasi” dalam DNA pelanggannya.

Hasilnya adalah pandangan ke dalam “jam epigenetik” seseorang–usia mereka berdasarkan analisis biokimia DNA-nya.

Rangkaian tes itu tidak bertujuan untuk membalikkan efek penuaan, tetapi hasilnya dapat mengubah perspektif seseorang tentang masa depan mereka.

Seorang anak dari pelanggan Elysium yang diuji mengatakan kepada The Guardian, tes tersebut sangat melegakan baginya, karena bisa memberinya harapan baru tentang perencanaan hidup.

“Mengetahui seberapa cepat dia benar-benar menua, itu memberinya rasa baru tentang dirinya dan bagaimana dia harus hidup dalam dekade mendatang,” kata Elysium.

Artikel yang sama mengutip salah satu akademisi di balik metode alternatif pengukuran usia yang menyebut bahwa usia biologis adalah prediktor risiko morbiditas yang lebih baik daripada usia kronologis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini