Kepolisian Lyon Bebaskan Tersangka Penembakan Pastor Ortodoks

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pihak kepolisian di Lyon telah membebaskan tersangka awal penembakan seorang Pastor Ortodoks asal Yunani. Korban yang diketahui bernama Nikolas Kakavelakis ditembak saat ia sedang menutup rumah ibadah, Sabtu (31/10) sore waktu setempat.

Sebelumnya, Sky Sports melaporkan senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Pastor Nikolas adalah senapan untuk berburu. Kabar terbaru menyatakan, senjata jenis sawn-off shotgun yang digunakan si pelaku.

Melansir BBC, Senin, 2 November 2020, Kantor Kejaksaan Lyon tidak menemukan bukti keterlibatan pria tersebut, dengan kata lain pelaku masih buron.

Otoritas Lyon membuka penyelidikan atas kasus percobaan pembunuhan tersebut. Sejumlah laporan mengindikasikan adanya motif pribadi di balik penembakan yang menewaskan Pastor Nicolas.

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Penuntut Umum Lyon, Nicolas Jacquet mengatakan seseorang yang mirip dengan deskripsi sejumlah saksi telah ditahan oleh pihak kepolisian. Akan tetapi, tersangka dibebaskan karena para penyidik tidak memiliki bukti pria tersebut terkait dengan penembakan.

“Kami berdoa semoga korban segera sembuh dan kami dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan,” demikian dikatakan Keuskupan Suci Gereja Ortodoks Yunani di Prancis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini