Kemenangan Milan Lawan Lazio Tak Adil

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Pelatih Lazio, Simone Inzagi mengatakan, kemenangan yang diraih AC Milan tidak adil. Menurut dia, Lazio tampil lebih mendominasi pertandingan.

Berlaga di San Siro, Kamis 24 Desember 2020 dini hari WIB, Lazio kalah dengan skor 2-3. Lazio sempat tertinggal 0-2 melalui gol Ante Rebic dan Hakan Calhanoglu.

Lazio bangkit dan bisa menyamakan skor menjadi 2-2 berkat gol Luis Alberto dan Ciro Immobile. Tim berjuluk Elang Ibu Kota harus menelan pil pahit setelah Milan mencetak gol di penghujung laga melalui gol Theo Hernandez.

“Hasil ini tidak adil, saya marah. Kami datang ke sini dengan beberapa masalah. Ada beberapa pemain tidak bisa main. Kami pantas meraih lebih dari ini. Ini harus dijadikan pelajaran di masa depan,” kata Inzaghi, dikutip dari Football Italia, Kamis 24 Desember 2020.

“Setelah skor imbang, harusnya kami lebih waspada. Pasti ada alasan mengapa Milan belum terkalahkan hingga kini. Para pemain harus memetik aspek positif di laga ini, bukan hasil akhirnya. Tapi kami mendominasi pertandingan,” ujarnya.

“Harusnya kami bisa menghindari terciptanya gol Theo Hernandez. Luis Alberto meninggalkan banyak ruang untuknya. Saya turut menyesal kepada para pemain, mereka tidak pantas kalah,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Penertiban Kawasan Hutan Dorong Tata Kelola SDA Lebih Transparan

Oleh: Dewi Bunga )*Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menjaga kekayaan alamnasional melalui langkah konkret penertiban kawasan hutan dan penyelamatan aset negara. Upaya tersebut kembali terlihat dalampenyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Penyerahan dana tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanyafokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan pengelolaansumber daya alam berjalan secara transparan dan berpihak kepadakepentingan nasional.Dana yang berhasil diselamatkan berasal dari penagihan dendaadministratif sektor kehutanan dan hasil pengawasan pajak yang dilakukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Nilai tersebut mencapai Rp10.270.051.886.464 dengan rincian Rp3,42 triliundari denda administratif bidang kehutanan serta Rp6,84 triliun daripenerimaan pajak hasil tindak lanjut Satgas PKH. Dalam kegiatan itu, tumpukan uang triliunan rupiah turut dipajang sebagai bentuk keterbukaanpemerintah kepada publik terkait hasil penertiban kawasan hutan.Selain penyerahan dana, pemerintah juga melakukan penguasaankembali kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare. Aset negara tersebut kemudian diserahkan dari Jaksa Agung kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pada saat yang sama, lahan perkebunankelapa sawit hasil penertiban tahap ketujuh juga diserahkan kepadaKementerian Keuangan sebelum diteruskan kepada Badan PengelolaInvestasi Daya Anagata Nusantara...
- Advertisement -

Baca berita yang ini