Minews, Kota Kupang – Ketua sekaligus sesepuh Keluarga Besar Papua di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pdt. Thomas Ateta, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi nasional terkini, mulai dari bencana alam di Sumatra hingga pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dalam pernyataan resminya di Kupang, Selasa (23/12/2025), Pdt. Thomas mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Berdasarkan data terbaru, bencana tersebut telah mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal serta menelan korban jiwa yang tidak sedikit.
“Saya Pdt. Thomas, selaku Ketua dan sesepuh Keluarga Besar Papua di NTT, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang melanda saudara-saudara kita di Sumatra. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan bagi mereka yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga tercinta,” ungkapnya.
Selain menyampaikan duka cita, Pdt. Thomas juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Pusat atas respon cepat dalam menangani dampak bencana. Ia menilai koordinasi antarlembaga dalam masa tanggap darurat sudah berjalan di jalur yang benar.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah cepat pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatra. Harapan kami, proses evakuasi korban dapat dilakukan sesegera mungkin dan bantuan logistik dipastikan sampai langsung ke titik-titik lokasi bencana yang paling sulit dijangkau,” tambahnya.
Memasuki suasana libur akhir tahun, Pdt. Thomas juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah NTT. Ia mengajak seluruh warga, khususnya masyarakat asal Papua yang menetap di NTT, untuk bersinergi dengan aparat keamanan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita bersama aparat Polri dan TNI menjaga Kamtibmas selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Jangan sampai kita terprovokasi oleh hasutan-hasutan yang tidak bertanggung jawab, yang hanya akan merugikan diri kita sendiri dan merusak kedamaian yang sudah ada,” tegas Pdt. Thomas.
Menutup pernyataannya, Pdt. Thomas menegaskan komitmen Keluarga Besar Papua di NTT untuk terus menjaga semangat toleransi dan persatuan di bawah bingkai ideologi negara.
“Trima kasih. Salam Pancasila,” pungkasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya Polda NTT yang tengah menyiagakan ribuan personel melalui Operasi Lilin 2025 untuk menjamin kelancaran ibadah Natal dan perayaan pergantian tahun di wilayah berjuluk Nusa Terindah Toleransi tersebut.
