Kelompok Separatis Papua Tandius Gwijangge Bunuh Warga Sipil di Yakuhimo

Baca Juga

MATA INDONESIA, YAHUKIMO – Empat warga sipil di Kampung Pingki, Kabupaten Yahukimo, tewas ditembak Kelompok Separatis-Teroris Papua (KSTP) pimpinan Tandius Gwijangge, Kamis 24 Juni 2021.

Mereka yang tewas adalah pekerja sedang membangun rumah warga Kampung Pingki yang mendapat serangan dari anak buah Tandius.

“Dari laporan yang diterima, awalnya para pekerja itu mendapat serangan warga Sangir yang membangun rumah. Warga kampung membelanya hingga KSTP melepaskan tembakan yang menewaskan empat orang,” ujar Danrem 172 PWY Brigjen TNI Izak Pengemanan, Kamis 24 Juni 2021.

Saat ini aparat TNI-Polri sedang dilakukan berkoordinasi untuk mengevakuasi korban serta menetapkan langkah selanjutnya.

Koordinasi itu harus dilakukan karena lokasi penembakan yang jauh dari Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo.

Rencana evakuasi, Jumat 25 Juni 2021, adalah membawa semua jenazah korban penembakan ke Dekai.

Namun, semua itu tergantung kondisi cuaca. Bila cuacanya buruk sungai yang harus dilintasi ke TKP akan meluap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini