Kelebihan Populasi Janda Muda, Daerah di Jawa Timur Ini Sampai Dijuluki ‘Kota Janda’

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Umumnya, daerah-daerah di Indonesia punya julukan masing-masing yang disesuaikan dengan ciri khasnya. Misalnya Aceh dijuluki Kota Serambi Mekah atau Lombok yang mendapat julukan Pulau Seribu Masjid.

Nah, menariknya ada satu daerah yang mendapat julukan baru sebagai ‘Kota Janda’ lho gaes. Tahu daerah mana?

Adalah Gresik, Jawa Timur. Dahulu Gresik lekat dengan julukan Kota Santri lantaran masyarakatnya yang religius. Namun siapa sangka belakangan daerah di Jawa Timur ini punya julukan baru sebagai Kota Janda.

Hal ini seiring meningkatnya populasi janda muda di daerah tersebut. Yup, berdasarkan data, angka perceraian di Gresik terus meningkat tiap tahun.

Di semester awal tahun 2019 saja, mulai dari Januari hingga Juni, jumlah janda muda meningkat hingga mencapai 927 orang. Didominasi usia 22 tahun.

Tingginya angka perceraian di Gresik dipicu oleh banyak faktor. Di antaranya faktor ekonomi, KDRT hingga berpisah lantaran tak siap menjadi orangtua alias hamil duluan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini