Kehadiran Program AMANAH Penting Untuk Peningkatan Kompetensi dan Kepemimpinan Anak Muda Aceh

Baca Juga

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) membentuk kepemimpinan para anak muda di Serambi Mekkah sehingga menjadikan mereka penerus generasi bangsa yang unggul dan hebat karena mampu menjadi pemimpin bangsa ini di masa mendatang.

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) menginisiasi program AMANAH dengan tujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan anak muda bangsa di Aceh dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Dalam pelaksanaan program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat tersebut, BIN menggencarkan banyak kegiatan pembinaan kepada para generasi muda penerus bangsa, yang mana seluruh kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk mampu meningkatkan kompetensi dan pemahaman pemuda mengenai wawasan kebangsaan, kewarganegaraan, karakter Pancasila, bela negara, kewirausahaan, kepemimpinan dan kepeloporan.

Salah satu program unggulan AMANAH dalam peningkatan kompetensi bisnis mendapatkan apresiasi dari Rektor Rektor Universitas Malikul Saleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, M.T., yang megungkapkan bahwa program AMANAH merupakan wadah perkumpulan bagi para pelaku UMKM ataupun industri kreatif dan pemuda khususnya Gen Z dalam meningkatkan ekosistem bisnis dan ekonomi di Provinsi Aceh.

Tidak hanya itu, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, M.T sebagai tokoh akademisi yang berasal dari Lhokseumawe, Aceh Utara juga meyakini bahwa AMANAH akan menjadi Creative Hub yang menyediakan berbagai fasilitas bagi anak muda Aceh. Mulai dari proses produksi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga digitalisasi bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM, sehingga memiliki keunggulan untuk bersaing di pasar nasional maupun global.

Dengan adanya program AMANAH yang diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara Republik Indonesia tersebut maka akan menjadi salah satu pusat dari lahirnya banyak calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang dengan berdaya saing tinggi.

Bukan hanya memiliki daya saing yang tinggi, namun para pemuda yang dididik oleh BIN dalam program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat tersebut juga memiliki semangat bela negara, rasa kebangsaan kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta sangat setia pada Pancasila dan konstitusi UUD 1945.

Pelaksanaan program AMANAH sendiri meliputi pada banyak hal, salah satunya adalah dengan pembinaan para generasi muda di Serambi Mekkah dengan menjadikan BIN sebagai leading sector dalam program pembinaan kebangsaan untuk mewujudkan para calon pemimpin bangsa ke depan.

Para pemuda disebut juga sebagai kelompok aktif pembawa perubahan dan menjadi penerus akan estafet kepemimpinan pada masa yang akan datang. Bahkan, seluruh tahapan akan perjalanan pada republik ini memang nyatanya sama sekali tidak bisa dilepaskan dari bagaimana peranan para pemuda para generasi muda di Aceh memiliki banyak sekali bidang kreativitas, inovasi, di bidang fashion, industri kreatif, peternakan, perikanan dan bidang lainnya.

Mengenai hal tersebut, Ketua Aceh Kreatif Delky Nofrizal Qutni memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam memberikan fasilitias bagi

Adanya peran aktif dari pemerintah untuk memfasilitasi kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh para generasi muda tersebut menjadi sangat penting. Terlebih, adanya instruksi Presiden terkait pembangunan Youth Creative Hub tersebut juga sangat sejalan dengan yang telah termaktub dalam Qanun Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan Aceh.

Bagaimana peran sangat besar dari para generasi muda penerus bangsa itu dikarenakan didukung dengan sejumlah karakter yang dimiliki oleh mereka, seperti pertama yakni pemuda merupakan kelompok yang berada pada usia produktif, sehingga mereka memiliki energi yang sangat luar biasa.

Selain itu, biasanya pola pandang atau cara berpikir dari para pemuda adalah mereka akan menempatkan diri mereka sebagai agen perubahan melalui banyaknya sikap kritis yang konstruktif atau membangun, oleh karenanya peranan para pemuda menjadi sangat penting.

Tantangan ke depan yang akan dihadapi oleh bangsa ini adalah akan terjadinya bonus demografi, namun bukan hanya itu saja, melainkan dengan semakin banyaknya jumlah pemuda pada usia yang produktif sehingga mereka terus bersaing untuk mencari lapangan pekerjaan.

Akan tetapi hal tersebut juga diimbangi dengan bagaimana perkembangan sangat pesat teknologi dan informasi pada jaman saat ini sehingga menjadikan pekerjaan konvensional pun menjadi semakin mengecil.

Jelas sekali kedua tantangan itu harus mampu dicarikan jawaban atau jalan keseimbangannya, yakni dengan terus mendorong para anak muda untuk meningkatkan kualitas mereka ke arah yang jauh lebih mumpuni, salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi perkembangan pada era digiltalisasi dan teknologi informasi.

Menyambut adanya tren global tersebut, maka BIN melalui program AMANAH berupaya untuk membentuk dan merealisasikan para sosok calon pemimpin muda di Aceh yang berkualitas dan berkarakter kebangsaan dengan banyaknya pembinaan dalam program tersebut sehingga menjadikan wilayah Aceh semakin maju.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini