Kegalauan Barcelona di Tengah Krisis Bek

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Barcelona cukup terseok-seok di awal musim 2019/2020 ini. Sementara bertengger di posisi lima, El Barca dihantam masalah baru yang cukup rumit.

Masalah Barcelona ini cukup vital dan dapat berpengaruh negatif pada pertandingan selanjutnya. Skuat asuhan Ernesto Valverde tengah dihantam krisis pemain belakang.

Mengutip Marca, Sabtu 21 September 2019, Cules masih mengandalkan Gerard Pique dan Clemenet Lenglet untuk menjaga barisan belakang, namun, Valverde tak punya banyak pilihan bek pengganti jika salah satu dari keduanya tertimpa masalah.
Samuel Umtiti yang sebelumnya menjadi andalan saat ini tengah diterpa cedera para sejak memenangkan Piala Dunia 2018 lalu. Sementara Jean-Clair Todibo yang menjadi pelapis Pique dan Lenglet, masih diragukan kemampuannya untuk menjaga pertahanan.
Tragisnya, Lenglet hingga kini belum diberikan waktu untuk istirahat selama lima pertandingan terakhir. Ia pun harus membela timnas Prancis dalam dua laga pada jeda internasional.
Valverde kini hanya punya Todibo sebagai alternatif. Pemain asal Prancis itu dalam dua laga tampil tak menunjukkan performa yang positif, yang membuat Barcelona benar-benar diterpa kegalauan parah.
Kini, Barcelona hanya berharap Umtiti segera pulih dari cedera yang menimpanya lagi pada laga jeda internasional. Bek tangguh tersebut harus istirahat selama satu setengah bulan penuh.
Apalagi, Valverde harus membawa Blauraga pulang dengan tiga poin saat bertandang ke Granada. Mereka sebelumnya telah gagal dalam dua laga pembuka di Liga Spanyol, dengan kalah 0-1 dari Athletic Club dan imbang dari Osasuna. Belum lagi mereka juga baru saja ditahan imbang tanpa gol oleh Borussia Dortmund di Liga Champions.
Berita Terbaru

Kemitraan Strategis dalam MBG Perluas Manfaat bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Oleh: Alya Putri )*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannyasebagai kebijakan strategis pemerintah yang mampu menghadirkan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini membangun kemitraan yang melibatkan berbagai pihak sehingga manfaat ekonominya menjangkau desa, pelaku usaha, hingga sektor pangan nasional.Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memandang sinergi tersebut sebagai bagian penting dalampembangunan desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bersamaProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menghadirkanpusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Menurut Yandri, masyarakat desa telah merasakan manfaat nyata karenakedua program tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapijuga menciptakan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.BUMDes menjadi salah satu mitra yang memperoleh peran strategisdalam implementasi Program MBG. Menurut Yandri, semakin banyakBUMDes yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) bersama Badan Gizi Nasional dalam memenuhi kebutuhanoperasional program. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Yandri menjelaskan bahwa koperasimemiliki kemampuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligusmemperkuat pemerataan ekonomi. Skema pembagian hasil usaha yang diterapkan memungkinkan sebagianpendapatan menjadi pendapatan asli desa, sementara sebagian besarlainnya kembali kepada masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara langsung.Lapangan kerja baru menjadi salah satu dampak yang diharapkan darikolaborasi tersebut. Yandri menilai keberadaan koperasi desa akanmembantu mengurangi pengangguran karena tenaga kerja diprioritaskanberasal dari masyarakat setempat. Kebijakan tersebut sekaligusmembuka peluang bagi warga desa untuk memperoleh pekerjaan tanpaharus meninggalkan daerah asalnya.Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya datang dari dalam negeri. Global Chief...
- Advertisement -

Baca berita yang ini