Kebijakan Ngaco, Saat Masyarakat Sekarat Akibat BBM Naik, Gaji Karyawan BUMN akan Naik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat kondisi masyarakat yang sekarat akibat kenaikan harga BBM, usulan Menteri BUMN Erick Thohir menaikkan gaji karyawan BUMN memperlihatkan ia tidak memiliki empati pada penderitaan rakyat.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menilai Menteri BUMN Erick Thohir tidak memiliki empati pada penderitaan rakyat. Nur Hidayat malah mengatakan tindakan Menteri BUMN itu tidak bermoral.

”Di saat masyarakat makin menderita akibat kenaikan harga BBM, para pegawai perusahaan negara justru gajinya naik. Padahal gaji mereka saat ini pun sudah tinggi. Lalu di mana rasa keadilannya?” ujar Achmad, Jumat 9 September 2022.

Selain itu, masyarakat terutama karyawan swasta mengalami inflasi dan atagflasi akan terjadi imbas kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menurut Achmad, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM di tengah harga minyak dunia turun dipertanyakan banyak pihak. Apalagi memicu multiflier effect terhadap lonjakan harga berbagai komoditas lain.

“Parlemen seolah tuli dan bisu menyuarakan aspirasi masyarakat. Sangat banyak masyarakat yang terdampak akibat kenaikan harga BBM bersubsidi ini,” ucap dia.

Achmad menilai pernyataan Erick Thohir sungguh tindakan yang amoral, ibarat menari di atas penderitaan orang lain.

“BUMN yang lebih banyak menyedot keuangan negara dari APBN daripada menyetor keuntungan ke negara tiba-tiba gajinya dinaikkan di saat kondisi masyarakat sedang sekarat,” ungkap dia.

Achmad mengatakan BUMN seharusnya sadar dengan keberadaan mereka dan memberi kontribusi bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

AMN Manado Bangkitkan Etos Pemuda Jadi Cendekia Cerdas dan Terhormat

Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado membangkitkan etos para pemuda untuk menjadi cendekia yang cerdas dan terhormat, sehingga mereka terampil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini