Kebijakan di Rumah Saja, Tempat Wisata Jawa Tengah Sepi

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Kebijakan di rumah saja yang diterapkan di Jawa Tengah, sangat berdampak pada tempat wisata. Penurunan pengujung terlihat sangat signifikan. Salah satunya adalah Pantai Parangtritis, Bantul.

Pantai Parangtriris yang biasanya dikunjungi oleh keluarga atau pun kelompok wisatan, kini terlihat sangat sepi. Mobil pribadi dan bus yang selalu memenuhi kawasan pantai tersebut hari ini tidak terlihat.

“Hari ini, yang berkunjung bisa dihitung dengan jari. Sepi,” kata Komandan SAR Satlinmas Wilayah III Bantul, Ali Sutanta Joko Saputro, Minggu 7 Februari 2021.

Penurunan jumlah pengunjung di akhir pekan ini juga disampaikan oleh Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Sutarlan. “Rata-rata hanya langganan saja yang datang,” ucap Sutarlan.

Lebih lanjut Ali menduga, sepinya pengunjung di tempat tersebut karena adanya kebijakan dari Pemprov Jateng yang menerapkan Jateng di rumah saja.

“Sepertinya karena hal itu. Karena selama ini memang banyak warga Jateng yang berkunjung ke sini,” ungkap Ali.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah mengakui kebijakan Jateng dirumah saja kian menurunkan pengunjung di sejumlah objek wisata di Bantul. “Apalagi ada PPKM juga, warung dan pedagang sepi pengunjung,” katanya.

Reporter : Mega Suharti Rahayu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini