Kata McMenemy Usai Indonesia Gunduli Vanuatu 6-0

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Timnas Indonesia meraih kemenangan besar kala menggunduli Vanuatu enam gol tanpa balas di Stadion Utama GBK, Sabtu 15 Juni 2019.

Tak ingin lama-lama larut dalam euforia kemenangan, pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy justru menilai skuatnya masih perlu meningkatkan kualitas lebih baik.

“Harus ada peningkatan kecepatan maupun pengambilan keputusan dalam pertandingan,” kata McMenemy kepada awak media seusia pertandingan.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. McMenemy harus menatap pertandingan yang jauh lebih berat pada September 2019 mendatang, yakni saat Indonesia harus bertanding menjalani kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pelatih asal Skotlandia itu pun menyadari bahwa dirinya sendiri tak mungkin mampu membawa prestasi besar bagi timnas. Harus ada dukungan dari semua pihak, termasuk dari klub, pemerintah dan tentunya para suporter.

“Kami butuh bantuan saat bertanding. Apalagi di kualifikasi Piala Dunia nanti timnas akan berhadapan dengan tim-tim besar,” ujar McMenemy.

Kemenangan 6-0 atas Vanuatu jadi hasil positif kedua dalam tiga laga persahabatan setelah mengalahkan Myanmar 2-0 dan dikalahkan 1-4 oleh Yordania.

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini