Kasus Rasisme Kiev vs Chelsea Berbuntut Panjang

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Klub sepak bola asal London, Chelsea secara resmi melaporkan klub asal Ukraina, Dynamo Kiev ke UEFA dalam kasus dugaan rasisme pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Eropa pekan lalu.

Pendukung tuan rumah Kiev diduga melakukan tindak pelecehan rasialis terhadap salah satu pemain Chelsea berkulit hitam.

Meskipun Chelsea merahasiakan nama sang pemain, namun menurut Sky Sports, pemain yang dimaksud adalah winger Callum Hudson-Odoi. Ia menjadi sasaran teriakan dan nyanyian meniru monyet para pendukung Kiev saat Chelsea menang besar 5-0 sebagai tim tamu.

Pemain berusia 18 tahun itu dikabarkan bercerita soal pelecehan rasialis itu kepada rekan setimnya Cesar Azpilicueta. Sang kapten lantas melaporkan perbuatan itu kepada wasit setelah pluit panjang kemenangan Chelsea.

“Kami sepenuh hati mengutuk perilaku menjijikkan seperti itu dan berharap EUFA untuk melakukan penyelidikan atas perbuatan kejam tersebut. Kami akan memberikan bantuan kerja sama secara penuh,” kata Chelsea dalam laman resminya.

Klub itu mengatakan ketua Bruce Buck dan sekretaris klub David Barnard telah memberi tahu delegasi pertandingan UEFA mengenai masalah ini. UEFA tidak segera dapat berkomentar.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini