Kasus DBD di Kota Jogja Capai 129 Kasus hingga September, Dinkes Imbau Warga Galakkan PSN

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Dinkes Kota Jogja mengimbau warga menggencarkan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi merebaknya demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan, salah satunya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Salah satu upaya mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) yang masih sering dilupakan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Harapannya, masyarakat terus menggencarkan kegiatan tersebut untuk menekan potensi merebaknya DBD,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, Selasa 27 September 2022.

Menurut dia, jumlah kasus DBD di Kota Jogja sepanjang 2022 hingga September sudah jauh melebihi total kasus yang terjadi pada tahun lalu, yaitu mencapai 129 kasus dengan dua kematian dibanding 92 kasus pada 2021.

“Kasus tertinggi tahun ini terjadi pada Januari dengan 41 kasus dan cenderung terus turun hingga April tetapi mengalami kenaikan pada Mei dengan 22 kasus. Catatan kasus terendah terjadi pada September dengan dua kasus,” kata Endang.

Pada bulan ini, kata dia, curah hujan cenderung lebih sedikit dan mulai ada peningkatan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di masyarakat.

Oleh karena itu, Endang berharap PSN terus digencarkan sehingga tidak ada lagi sarang nyamuk di lingkungan sekitar tempat tinggal warga.

“Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk sangat penting dilakukan untuk mencegah DBD,” katanya.

Menurut dia, sejumlah tempat yang biasanya menjadi sarang nyamuk tetapi luput dari pembersihan lingkungan di antaranya talang air rumah yang mampat sehingga menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Kebiasaan menggantung banyak baju juga perlu dihindari karena nyamuk juga sering bersembunyi di tempat tersebut,” katanya.

Dinkes Kota Jogja, juga rutin melakukan penyuluhan di masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya DBD saat musim hujan.

Selain DBD, penyakit yang juga berpotensi meningkat saat musim hujan adalah leptospirosis.

“Hingga saat ini, tercatat ada sembilan kasus. Sudah bertambah tiga kasus dibanding Juni dengan total dua kematian. Oleh karenanya, penyakit ini juga perlu diwaspadai,” katanya.

Reporter: Abraar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini