Kasus Covid-19 di Indonesia Saat Ini Terkendali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah cukup terkendali. Meski pelonggaran berbagai aktivitas sudah mulai berlangsung.

”Pelonggaran aktivitas hampir di semua provinsi pada kenyataannya tidak melihat peningkatan kasus secara signifikan,” ujar Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Senin 25 April 2022.

Bahkan sejak awal Ramadan, pemerintah memutuskan untuk mengizinkan masyarakat mudik kembali setelah dua tahun tidak melakukan mudik. Ia menyampaikan, berdasarkan angka kasus konfirmasi harian Covid-19 pada 25 April 2022, hanya ada 317 kasus.

“Jauh turun dari saat kita mengalami puncak Omicron 61 ribu kasus. Atau pun juga pada saat kita mengalami varian Delta yang dengan angka kematian yang cukup tinggi,” katanya.

Pada periode sama, angka kematian sebanyak 33 kasus. Sementara angka kematian tertinggi saat Omicron mencapai 2.200 kematian. Kemudian, angka positif nasional sudah kurang dari satu persen atau 0,52 persen. Dan tingkat keterisian tempat perawatan Rumah Sakit hingga 23 April hanya tiga persen dari total kapasitas yang ada.

“Hal lain yang tentunya menjadi perhatian kita bersama bahwa angka reproduksi virus cenderung turun terus mendekati angka kurang dari 1, tentunya itu merupakan ukuran bahwa pandemi ini terkendali,” kata Nadia.

Menurutnya, kondisi saat ini sama seperti pada September-Desember 2021, di mana pandemi sudah bisa dikendalikan.

“Kita bisa lihat angka positif kita itu bisa kita pertahankan dalam kurun waktu tiga bulan sampai 3,5 bulan pada angka di bawah satu persen,” ucapnya.

Ia mengatakan, Indonesia patut bersyukur bahwa pengendalian Covid-19 di Indonesia terbilang lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya, termasuk negara-negara ASEAN.

“Kalau kita lihat Malaysia sendiri masih mencatatkan 4.000 kasus per hari pada 24 April lalu, Singapura 2.000 kasus per hari dan Thailand itu hampir 15.000 kasus dan Australia itu 33.700kasus,” kata Nadia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini