Kapolri Idham Azis: Negara Tak Beri Ruang untuk Premanisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis menanggapi penangkapan kelompok John Kei di Bekasi, terkait penembakan yang terjadi di Cipondoh, Tangerang.

Secara tegas Idham berkata, negara tidak akan memberi ruang bagi premanisme dan aksi-aksi serupa di Indonesia. Bagi Idham, kelompok-kelompok tersebut telah membuat masyarakat resah, sehingga harus ditindak.

“Kuncinya, negara tidak boleh kalah dengan preman,” kata Idham dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Juni 2020.

Selain itu, Kapolri mengapresiasi jajaran Polda Metro Jaya, yang telah menangkap kelompok Joh Kei. Bagi Idham, penganiayaan dan aksi kriminal lainnya tak boleh sama sekali dibenarkan.

Lebih lanjut Kapolri Idham meminta agara proses hukum terhadap pelaku terus dikawal hingga sidang nanti, dan masyarakat harus ikut mengawasi.

“Kami proses, dan masyarakat kawal hingga ke persidangan nanti,” ujar Kapolri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini