Kapal yang Ditumpangi Sandiaga Uno Tersesat di Laut, Kok Bisa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menparekraf Sandiago Uno mengalami kejadian yang mungkin tak pernah dilupakan. Kapal yang ditumpanginya tersesat di tengah laut.

Kejadian itu terjadi saat Sandiago sedang melakukan kunjungan kerja di Lampung. Perjalanan harus ditempuh melalui laut sehingga Sandiago dan rombongan berangkat menggunakan kapal laut.

Tiba-tiba kapal yang ditumpangi Sandiaga tersesat di laut. Hal itu diketahui dari postingan mantan wagub DKI Jakarta itu di Instagram. Dia menceritakan, kapalnya tersesat karena tak punya alat navigasi.

“Tadi malam saat sedang menuju acara Pahawang Culture Festival di Pulau Pahawang, kapal saya tersesat dikarenakan kapal belum memiliki alat navigasi. Ditambah lagi tidak ada lampu,” tulis Sandi.

“Akhirnya kami menyalakan lampu handphone, dan biar gak pada panik kami bersama menyanyikan lagu Coldplay,” katanya.

Dalam postingannya, Sandiaga juga menyinggung kabar Coldplay yang akan manggung di Indonesia.

“Dengar2 nih Coldplay mau main di Indonesia.. Wah pastinya banyak yang akan nonton! Jika benar jadi perform di Indonesia, saya optimis ini akan membawa dampak EKONOMI dan LAPANGAN KERJA untuk masyarakat kita, khususnya yang bergerak di sektor event,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini