Kalah Pemilu AS, Melania Dikabarkan Ingin Ceraikan Donald Trump

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar mengejutkan datang dari rumah tangga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sang istri Melania dikabarkan bakal menceraikan suaminya setelah kalah pemilu AS 2020. Diketahui, memang hubungan keduanya memang sering dikabarkan tak harmonis.

Kabar itu diungkapkan oleh mantan asisten politik Donald Trump bernama Omarosa Manigault Newman. Saat diwawancarai Daily Mail, Omarosa mengatakan bahwa Melania sudah tidak sabar mengakhiri ‘pernikahan transaksional’ tersebut. Selain itu, Omarosa juga menyebut bahwa Melania sudah putus asa dengan pernikahannya.

“Melania menghitung setiap menitnya sampai Donald Trump bisa keluar dari kantor dan dia bisa bercerai,” kata Omarosa kepada Daily Mail.

Lebih lanjut Omarosa juga menyebut, “Jika Melania melakukan penghinaan dengan meninggalkannya saat Trump masih menjabat, maka ia (Trump, red) akan mencari cara untuk menghukum Melania.”

Sependapat dengan Omarosa, seorang asisten sekaligus orang kepercayaan Melania, yakni Stephanie Winston Wolkoff, juga mengklaim bahwa pernikahan Trump dan Melania sudah tidak harmonis sejak dulu.

Bahkan Wolkoff juga mengklaim, Melania dan Trump memiliki kamar terpisah selama berada di Gedung Putih. Menurut Wolkoff, itu karena pernikahan mereka saat itu adalah transaksional.

Lalu, pada saat Donald Trump terpilih sebagai presiden AS pada 2016 lalu, Wolkoff juga mengklaim bahwa Melania tidak senang dengan hal itu. “Dia (Melania, red) tidak pernah mengharapkan bahwa Trump akan menang,” kata Wolkoff kepada Daily Mail.

Selain itu, Wolkoff juga menyebut bahwa Melania seolah-olah mengulur waktu untuk pindah ke Gedung Putih saat itu. Di mana butuh waktu lima bulan untuk Melania pindah dari New York ke Washington, dengan alasan sekolah putranya, Barron Trump.

“Padahal kala itu, Melania sedang merundingkan perjanjian pasca pernikahan untuk memberi Barron bagian yang sama dari kekayaan Trump,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )*Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini