Kakap Merah dan Kakap Putih Jadi Sajian Utama untuk Peserta PON Papua yang Berlaga di Mimika

Baca Juga

MATA INDONESIA, MIMIKA – Dinas Perikanan Mimika turut mendukung keberlangsungan PON Papua pada Oktober 2021 nanti. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Leentje Siwabessy mengatakan bahwa sebagai bentuk pihaknya siap mendukung konsumsi para atlet maupun official peserta PON XX yang akan bertanding di Sub Klaster Mimika.

Dinas perikanan Mimika berencana untuk menyajikan ikan segar dalam menu makanan para atlet dan official yang datang ke Papua.

“Kita rapat sudah dengan pangansari utama dan bidang konsumsi, ternyata ikan yang dibutuhkan tidak semua ikan, hanya Barramundi (kakap putih) dan kakap merah,” ujarnya, Sabtu 28 Agustus 2021.

Untuk merealisasikan rencana itu, Dinas Perikanan Mimika akan melakukan rapat lanjutan untuk memastikan berapa banyak ikan yang dibutuhkan untuk konsumsi para atlet dan official.

“Ikan khusus PON itu tidak bisa yang lama, jadi harus yang segar dan di fillet. Kita harus pastikan berapa banyak dalam sehari, baru kita akan kumpulkan pengusaha dan nelayan lokal,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan fasilitas agar ikan yang diambil dari laut tetap fresh dan enak disantap.

“Cool storage kita siap, ikan masuk lima menit saja beku, belum lagi pengolahan kita yang sudah standar dan safety mulai dari karyawan sampai sarana dan pra sarana,” ujarnya.

Leentje pun berharap layanan ini bisa menyenangkan hati para tamu yang bertandang ke Papua. “Kalau peserta senang, kita sebagai tuan rumah tentunya bangga,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini