Kado Natal 2021, 1.764 Napi di Kupang dapat Remisi Khusus

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Sebanyak 1.764 narapidana di Kota Kupang mendapat remisi khusus (RK) pada momen perayaan Natal 2021 dari Kemenkumham NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.756 orang menerima RK I atau pengurangan masa tahanan. Sementara 8 orang menerima RK II alias bebas.

Pemberian RK Natal pada UPT Pemasyarakatan di Kota Kupang dipantau langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS), Mulyadi pada Sabtu 25 Desember 2021.

Adapun para napi yang mendapat remisi merupakan penghuni sejumlah lapas di Kota Kupang yaitu Lapas Kelas IIA Kupang, LPKA Kelas I Kupang, LPP Kelas IIB Kupang, dan Rutan Kelas IIB Kupang.

Mulyadi mengatakan bahwa narapidana atau anak pidana berhak mendapatkan remisi apabila berkelakuan baik dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik.

“Para narapidana ada yang menerima remisi 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan,” katanya, menukil instagram Kemenkumham_NTT, Minggu 26 Desember 2021.

Ia pun mengimbau seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan beserta jajaran untuk tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Mengingat, pandemi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Dok: Instagram kemenkumham NTT

Selain itu, semua pimpinan harus tetap menjaga keamanan di UPT masing-masing menjelang pergantian tahun.

“Koordinasi agar tetap dilakukan dengan pihak TNI dan POLRI,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini