Kabar Duka, Eks Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka datang dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfed Riedl. Riedl meninggal dunia di usia 70 tahun karena penyakit kanker.

Riedl meninggal dunia pada Selasa 8 September 2020 dini hari waktu setempat. Selama mengidap kanker, Riedl dirawat oleh istri tercinta, Jola. Demikian seperti diberitakan Kurier, Selasa 8 September 2020.

Pria asal Austria dikenal sebagai pesepakbola dan pelatih. Riedl memulai karier di Austria Wiena. Dia membawa klubnya dua kali juara dan menjadi topskorer di 1972.

Kemudian, Riedl melanjutkan kariernya di Belgia bersama St. Truiden, Royal Antwerp, dan Standard Liege. Pada 1975, Riedl meraih sepatu perunggu sebagai pencetak gol terbanyak ketiga Eropa. Riedl mengakhiri karier di VFB Modling pada 1985. Kemudian, dia melatih beberapa negara dan kebanyakan di Asia Tenggara.

Riedl tiga kali menangani Timnas Indonesia (2010, 2013, dan 2016). Nama Riedl sangat dikenang fans Merah Putih meski tak mampu membawa Indonesia juara di Piala AFF. Prestasi terbaik Riedl adalah membawa Indonesia runner-up 2010 dan 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini