Kabar Baik! Rupiah Diramalkan Tutup Akhir Pekan di Zona Hijau

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Akhir pekan nanti, laju mata uang garuda terhadap dolar AS diramalkan akan tetap berada di zona hijau. Kemarin rupiah ditutup di level Rp 14.025 atau menguat 0,07 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim pun memperkirakan rupiah akan menguat pada kisaran Rp 14.005 hingga Rp 14.050 per dolar AS. Ia mengatakan, penguatan mata uang garuda masih akan dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) kembali menahan suku Bungan acuannya. Hal ini dinilai karena jalur kebijakan moneter saat ini ‘tepat’ untuk mendukung pertumbuhan ekonomi AS dan kemungkinan akan tetap hingga tahun depan. Rabu malam, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen.

“Para pelaku pasar pun berbunga-bunga mendengar pernyataan Powell saat konfrensi pers usai rapat. Dia mengatakan masa depan perekonomian negeri Paman Sam cukup cerah,” ujar Ibrahim sore ini.

Kedua, soal prediksi akan kembali memanasnya tensi dagang antara AS dan Cina. Investor pun gelisah karena batas waktu untuk tarif produk-produk Cina akan jatuh pad 15 Desember nanti. Di mana tarif baru akan diberlakukan bagi produk-produk Cina yang masuk ke AS.

Ketiga, soal sikap investor menanti pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis ini. Pertemuan ini akan dilakukan oleh Christine Lagarde di bawah pimpinan ECB dengan beberapa pimpinan di Wall Street.

“Lagarde sudah pasti akan membuat investasi tetap terbuka lebar, tetapi investor akan penasaran tentang perombakan kebijakan yang lebih luas yang dapat menjadi landasan masa jabatannya,” kata Ibrahim.

Keempat, pemungutan suara akan dimulai di Inggris, di mana jajak pendapat telah diperketat baru-baru ini tetapi kemenangan diprediksi akan tetap milik Partai Konservatif.

“Mayoritas Konservatif yang bisa mengendalikan parlemen dan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada akhir Januari 2020 nanti,” ujar Ibrahim.

Sementara dari internal, laju rupiah dipengaruhi oleh rilis dari ADB dan Bank Dunia yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 dan 2020 dengan angka yang berbeda. Rilis kemarin, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi 5,0 persen dan 2020 menjadi 5,1 persen. Sebelumnya ADB merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 dan 2020 sebesar 5,1 persen dan 5,2 persen.

“Dengan perbedaan angka tersebut meningkatkan optimisme investor bahwa perekonomian Indonesia lebih solid dibandingkan dengan apa yang di proyeksikan oleh lembaga perbankan dunia, sehingga pasar kembali percaya dan arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Papua Perkuat Fondasi Ekonomi Melalui Program Ketahanan Pangan

Oleh: Loa MuribUpaya memperkuat fondasi ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan suatuwilayah dalam membangun kemandirian pangan. Dalam konteks Papua, langkah pemerintahmempercepat pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 menjadisalah satu strategi penting yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian kini ditempatkan sebagai salah satuinstrumen utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangiketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Selama ini, pembahasan mengenaipembangunan ekonomi Papua lebih banyak berfokus pada sektor pertambangan, infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya. Padahal, sektor pertanian menyimpan peluang yang tidak kalah strategis untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketersediaan lahan yang luas, dukungan iklim yang mendukung, serta meningkatnya perhatian pemerintah terhadappengembangan pertanian menjadikan Papua memiliki modal yang cukup kuat untuk berkembangsebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia.Pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat menjadi bukti bahwa pemerintah berupayamenghadirkan pembangunan yang lebih inklusif. Program ini tidak hanya membuka lahanpertanian baru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat secaralangsung dalam proses pembangunan ekonomi. Keterlibatan petani lokal, kelompok tani, sertamasyarakat adat menunjukkan adanya pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif. Model pembangunan seperti ini penting karena mampu menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan sekaligus meningkatkan peluang keberlanjutan hasil pembangunan dalam jangkapanjang.Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskanbahwa keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan dan keterlibatan aktif masyarakat lokaldalam setiap tahapan program. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanianmodern tidak lagi sekadar berfokus pada pencapaian target fisik, melainkan juga padapemberdayaan sumber daya manusia yang menjadi pelaku utama sektor pertanian.Di sisi lain, komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung program tersebutmemberikan sinyal positif bagi masa depan pembangunan ekonomi daerah. Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menilai Program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa sektor pertanianmemiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagaitantangan global yang memengaruhi rantai pasok pangan dan harga komoditas.Komitmen Pemerintah Provinsi Papua terhadap penguatan sektor pertanian tercermin daripandangan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menempatkan Program Cetak SawahRakyat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, dimulainya pekerjaan konstruksi di lapangan menjadi bukti bahwa program ketahanan panganyang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar diwujudkan secara nyata di Papua. Gubernurjuga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat asli Papua dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Selain itu, ia berharap Papua dapat menjadi contoh keberhasilan pengembangan sawah rakyat di Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sertakearifan lokal yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakatPapua.Yang tidak kalah penting adalah komitmen pemerintah untuk tetap menghormati hak-hakmasyarakat adat dan mengedepankan kearifan lokal dalam pelaksanaan program. Pendekatan inimenjadi kunci keberhasilan pembangunan di Papua. Pengalaman menunjukkan bahwa berbagaiprogram pembangunan akan lebih efektif apabila dilaksanakan dengan melibatkan masyarakatsebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. Dengan menghormati nilai-nilaibudaya dan struktur sosial yang telah hidup di tengah masyarakat Papua, program pertaniandapat berjalan lebih harmonis dan memperoleh dukungan yang lebih luas.Peran pemerintah daerah hingga tingkat kampung juga menjadi faktor penting dalammenyukseskan program tersebut. Sosialisasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakatmemahami bahwa sektor pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional yang identik denganketerbatasan ekonomi, melainkan sektor produktif yang mampu memberikan pendapatan dankesejahteraan. Perubahan pola pikir masyarakat terhadap pertanian akan menjadi modal sosialyang sangat berharga dalam mempercepat transformasi ekonomi Papua.Ke depan, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat di Papua tidak hanya akan memberikanmanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangannasional. Jika program ini berjalan sesuai harapan, Papua berpotensi menjadi contohkeberhasilan pembangunan pertanian yang menggabungkan produktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta penghormatan terhadap masyarakat adat. Dengan dukunganpemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan para petani lokal, program ketahananpangan dapat menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini