Kabar Baik! Akhir 2020 Cina Bakal Keluarkan Vaksin Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar baik datang dari Cina. Negara yang dianggap sebagai asal virus corona ini muncul. Negeri berjulukan tirai bambu ini bakal mengeluarkan satu vaksin covid-19 dan siap digunakan publik pada akhir 2020.

Vaksin ini sebelumnya telah diujicoba oleh komisi Administrasi dan Supervisi Aset atau SASAC, terhadap 2 ribu orang. Vaksin ini diproduksi oleh Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products.

“Vaksini ni telah memasuki fase II uji klinis,” begitu dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Saat ini, Cina memiliki 5 vaksin Covid-19, yang sedang menjalani proses uji klinis. Selain Cina, sejumlah lembaga dan perusahaan farmasi di Eropa dan Amerika, seperti dilansir Reuters, juga sedang menyiapkan vaksin virus Corona.

Vaksin ini harus menjalani proses uji klinis kepada relawan untuk mengetahui apakah vaksin ini bisa secara efektif menguatkan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi virus corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini