Kabar Bagus dan Buruk untuk City Jelang Hadapi Marseille

Baca Juga

MATA INDONESIA, MARSEILLE – Manchester City punya kabar bagus dan buruk jelang menghadapi Marseille di matchday kedua Liga Champions Grup C. Ada pemain cedera, dan ada yang pulih.

City akan menghadapi Marseille di Stade de Velodrome, Rabu 28 Oktober 2020 dini hari WIB. Di matchday pertama, The Citizens menundukkan Porto dengan skor 3-1.

Jelang laga lawan Marseille, Pep Guardiola punya kabar bagus dan buruk. Kabar bagusnya, City bisa diperkuat lagi Kevin de Bruyne. Pemain asal Belgia itu sempat turun sebagai pemain pengganti melawan West Ham United akhir pekan kemarin.

Kabar buruknya, City tak bisa diperkuat Sergio Aguero yang mengalami cedera lawan West Ham United. Aguero bisa absen selama dua pekan.

“Aguero mungkin absen selama dua atau tiga pekan. Benjamin Mendy juga. Sergio cedera di pertandingan terakhir, ada masalah pada otot kaki. Ketika sebelumnya Anda absen empat atau lima bulan karena cedera lutut, Anda selalu berisiko saat bermain lagi,” ujar Guardiola, dikutip dari Sky Sports, Selasa 27 Oktober 2020.

“Kami berusaha menanganinya sebaik mungkin, hanya 50-55 menit di setiap pertandingan. Tapi itu tidak mungkin. Tergantung cederanya. Kami berharap masa pemulihan 10-15 hari minimal, tapi bisa juga tiga pekan hingga satu bulan,” katanya.

Selain Aguero dan Mendy, City juga tak bisa diperkuat Gabriel Jesus, Fernandinho, dan Nathan Ake. Kabar bagusnya, Aymeric Laporte dan De Bruyne sudah pulih.

“De Bruyne sudah pulih dan main beberapa menit lawan West Ham. Aymeric juga, sementara Nathan dan Gabriel masih absen satu pekan hingga 10 hari. Pemain lainnya dua atau tiga pekan,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Manfaat B50 bagi Ekonomi, Lingkungan, dan Kemandirian Energi Nasional

Oleh: Muhammad Nanda*Program mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis yang menandai semakinkuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi nasional. Di tengahdinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia, kebijakan ini hadir sebagai solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapijuga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan biodiesel berbasisminyak sawit sebagai pengganti sebagian besar solar fosil menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energinasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut merupakan bentuk transformasi kebijakan energi yang mengintegrasikan kepentinganekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu arah pembangunan nasionalyang saling mendukung.Dari sisi ekonomi, implementasi B50 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadappenguatan neraca perdagangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, impor solar menjadi salah satufaktor yang menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara. Ketergantungan terhadappasokan energi dari luar negeri juga membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyakdan gangguan distribusi global. Dengan meningkatnya porsi biodiesel dalam konsumsi energinasional, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara bertahap sehingga devisa negara dapatdihemat dalam jumlah yang besar. Penghematan tersebut bukan sekadar mengurangi bebananggaran, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa dapatdialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif lainnya.Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai bahwa setiap liter...
- Advertisement -

Baca berita yang ini