Jubir Satgas Covid19: Jangan Ragukan Vaksin Covid19 Produksi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia memproduksi Vaksin Covid19 tidak sembarangan. Jika nanti kita memilikinya pasti sudah melalui berbagai prosedur ketat yang sesuai dengan standar organisasi kesehatan dunia WHO, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan melalui audit kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid19 dr Reisa Brotoasmoro.

“Artinya, manfaat vaksin sudah dikaji secara mendalam dan tidak perlu diragukan lagi,” ujar Reisa seperti dikutip Selasa 20 Oktober 2020.

Apalagi Bio Farma yang memproduksinya sudah sangat berpengalaman membuat vaksin dan produknya sudah digunakan di lebih dari 150 negara.

Reisa juga menegaskan Bio Farma telah menjadi center of excellence vaksin dan bioteknologi negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Reisa menegaskan vaksin adalah bentuk upaya pembuatan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ini adalah upaya pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh atau imunitas.

Namun, vaksin adalah pelengkap dan datang secara bertahap, serta digunakan sesuai skala prioritas.

Maka kita tidak boleh lengah dan menurunkan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan meski sudah memperoleh vaksin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini