Jokowi: Saya Sama Sekali Tak Berminat Jadi Presiden Tiga Periode

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAJokowi menegaskan tidak akan melanggar konstitusi, maka dia tidak pernah berpikir menjadi presiden selama tiga periode. Demikian pernyataan tertulis yang dia buat, Senin 15 Maret 2021, malam

Dia menegaskan sebagai presiden yang dipilih langsung rakyat berdasarkan konstitusi, dia tetap bersikap menerima jabatan presiden paling lama dua periode. Hal itu tidak pernah berubah hingga sekarang.

“Saya sama sekali tidak ada niat, juga tidak berminat, menjadi presiden tiga periode,” kata Jokowi.

Dia meminta masyarakat mematuhi bersama-sama Undang-Undang Dasar 1945 yang telah mengatur masa jabatan presiden paling lama dua periode.

Menghembuskan isu atau bahkan membuat gerakan masa jabatan presiden menjadi tiga periode atau lebih hanya membuat kegaduhan baru.

Dia meminta kegaduhan tersebut tidak perlu karena saat ini bangsa Indonesia sedang fokus menangani Pandemi Covid19 agar bisa terkendali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini