Jokowi Boyong Anak Korban Banjir Sentani Berlibur ke Ancol

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Adanya keinginan dari anak-anak korban banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang ingin mengunjungi Jakarta, langsung direspon oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungannya ke Papua.

Keinginan itu disampaikan oleh anak-anak SD Negeri Inpres Kemiri ketika sang kepala negara mengunjungi kawasan terdampak bencana banjir bandang Sentani, Senin 1 April 2019.

Jokowi mengaku kaget dengan jawaban anak-anak dari provinsi Indonesia paling timur itu, ketika mau tidak diajak ke Jakarta. “Saya kira tidak mau, ternyata mau,” sahutnya.

Namun, tak ingin memudarkan semangat anak-anak, orang nomor satu di Indonesia itu justru mengamini permintaan para anak. “Siapa yang mau ke Jakarta? Tunjuk jari. Orang tuanya tidak boleh ikut tapi ya,” ujarnya.

Ia bahkan tak hanya mengundang anak-anak korban bencana banjir bandang Sentani itu ke Jakarta, namun juga ke wahana rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) yang ada di kawasan Jakarta Utara ketika masa liburan sekolah nanti.

“Saya ingin mengajak Arnold, Lea, Rey, Elsa, Petrus dan teman-teman berlibur di Dunia Fantasi Ancol,” katanya.

Banjir bandang Sentani terjadi sekitar dua pekan lalu, tepatnya Sabtu 16 Maret 2019. Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengestimasi banjir menimbulkan kerugian sekitar Rp506 miliar. Jumlah kerugian itu belum termasuk beberapa sarana dan prasarana, seperti jalan raya, sekolah, pasar, dan lainnya.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini