Joe Biden Dapat Ucapan Selamat dan Berkat dari Paus Fransiskus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden terpilih AS Joe Biden mendapat ucapan selamat dan berkat dari Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus. Ucapan tersebut disampaikan Paus melalui sambungan telepon, Kamis 12 November 2020. Biden adalah orang Katolik kedua yang terpilih menjadi presiden AS, setelah John F. Kennedy pada 1960.

“Presiden terpilih berterima kasih kepada Yang Mulia karena memberikan berkah dan selamat,” demikian pernyataan dari tim Biden, melansir dari AFP, Jumat 13 November 2020.

Tim Biden juga mengungkapkan niat untuk bekerja sama dalam berbagai masalah, seperti memperhatikan orang-orang miskin, mengatasi krisis perubahan iklim, dan menyambut serta mengintegrasikan para imigran dan pengungsi.

Paus Fransiskus sendiri memiliki hubungan yang baik dengan Biden. Keduanya kerap bertemu dalam beberapa kesempatan. Misalnya saat masih menjabat Wakil Presiden AS pada 2013, Biden memimpin delegasi AS ke misa pengukuhan Paus Fransiskus.

Biden juga menemani Paus Fransiskus selama kunjungannya ke AS pada 2015 lalu. Selanjutnya, Biden bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan untuk menghadiri Konferensi Pengobatan Regeneratif Internasional Ketiga. Ketika itu, Biden menyampaikan pidato yang berfokus pada menemukan obat untuk kanker.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini