Jepang Hapus Pembatasan Jumlah Pengunjung Turis Asing

Baca Juga

MATA INDONESIA,TOKYO – Pemerintah Jepang akan menghapus batasan jumlah pengunjung harian ke Jepang mulai Oktober nanti. Ini merupakan upaya untuk menaikkan pendapatan negara ditengah nilai tukar yen yang semakin anjlok.

Kepala sekretaris kabinet pemerintah Fumio Kishida menyoroti keprihatinan mendalam pihak berwenang mengenai penurunan yen.

Ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan menghapuskan jumlah batasan pengunjung luar negeri.

Melansir dari Reuters, ia mengatakan “Mengenai pergerakan mata uang sepihak yang berlebihan,kami akan mengamati dengan cermat perkembangan dan harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Kihara.

Yen telah terpukul dolar karena investor fokus pada perbedaan yang jauh antara kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve AS dan janji Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bungan ultra-rendah.

Selain menghapus pembatasan jumlah pengunjung, pemerintah Jepang juga menghapus pembatasan pengunjung yang tidak mengikuti paket wisata. Menurut pemerintah Jepang, adanya pelemahan yen ini efektif untuk menarik turis asing.

Pihak analis Jepang mengatakan dengan kebijakan penghapusan kebijakan visa dan mengizinkan lebih banyak pelancong akan sangat penting. Pengunjung asing dapat membantu menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang rapuh.

Tujuan Jepang adalah memperkuat pertahanan ekonomi secara drastis dengan memanfaatkan sumber pendapatan. Pemerintah akan secara fleksibel dalam pendanaan dan tidak akan mengesampingkan opsi apapun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini