Jemput Bola, BIN Kaltara Gelar Vaksinasi Massal dan Door To Door di Pasar Gusher

Baca Juga

MATA INDONESIA, TARAKAN-Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Kalimantan Utara (BINDA Kaltara) kembali menggelar vaksinasi massal dan door to door untuk masyarakat Tarakan dan sekitarnya.

Kali ini, BINDA Kaltara menjemput bola para pedagang di Pasar Gusher Tarakan serta masyarakat umum yang ingin vaksinasi dosis 1,2 hingga dosis booster pada Rabu 29 Juni 2022.

Menurut Kepala BIN Daerah Istimewa Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen TNI H Andi Sulaiman S. Sos, M.H, dengan kegiatan vaksinasi ini, pihaknya bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Tarakan ingin memberikan bukti bahwa negara selalu hadir di tengah para pedagang dan masyarakat, khususnya dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kota Tarakan.

“Kegiatan vaksinasi kerja sama dengan KKP Tarakan di Pasar Gusher ini menjadi bukti bahwa negara selalu hadir di tengah masyarakat dan para pedagang untuk mencegah virus Covid-19,” kata Brigjen TNI Andi Sulaiman kepada wartawan di Kota Tarakan, Rabu 29 Juni 2022.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi di Tanah Air, utamanya vaksinasi dosis ketiga.

“Karena ini menjadi tanggung jawab bersama yakni pemerintah pusat, daerah bersama masyarakat luas, mendorong orang segera divaksin dosis lengkap dan booster. Masyarakat juga harus tahu risiko yang bakal dihadapi dan akan terjadi ke depannya apalagi saat ini kasus Covid-19 tengah menaik yang disebabkan adanya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa pemberian vaksin booster ini bertujuan sebagai langkah mendorong pandemi Covid-19 menjadi endemi. Bahkan dosis tiga sudah terbukti berhasil meningkatkan kadar kekebalan antibodi tubuh dalam melawan Covid-19.

Pada kesempatan ini dirinya juga mengingatkan bahwa capaian vaksinasi ini merupakan tanggung jawab bersama, termasuk juga media.

Maka dari itu, masyarakat luas diajak turut terlibat untuk mengencarkan dan mempercepat vaksinasi serta ikut terlibat didalamnya guna mewujudkan herd immunity.

Pun dirinya menegaskan bahwa seluruh vaksin yang digunakan di Indonesia sudah memenuhi standard dan manfaatnya sama untuk melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19.

“Kekebalan komunal itu memang dapat dicapai dengan vaksinasi dosis primer; tapi daya tahannya bisa menurun sehingga dosis booster sudah menjadi kebutuhan kita saat ini. Mari yang belum booster segera lanjutkan. Karena booster memberikan proteksi yang lebih baik untuk diri dan lingkungan kita,” ujarnya.

Sementara Manajemen Pasar Gusher Tarakan, Tony menilai kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan BIN Daerah Kaltara sangat positif dan bermanfaat bagi para pedagang dan tenant.

“Apalagi ada vaksinasi door to door, di mana nakes mendatangi setiap tenant dan pedagang untuk jemput bola vaksinasi. Ini luar biasa yang dilakukan BINDA Kaltara,” kata Tony.

Pihaknya pun berharap kepada BIN untuk terus menjalankan kegiatan vaksinasi demi pemulihan ekonomi di Kaltara. “Ke depan kami berharap BIN tetap menjalankan giat vaksinasi untuk pembentukan herd community demi pemulihan ekonomi di Kaltara,” pungkasnya.

Reporter: Puji

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini