Jelang Valentine’s Day, Pemerintah Batasi Penjualan Kondom di Minimarket dan Apotek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Perayaan hari kasih sayang atau Valentine’s Day biasanya mengarah pada pergaulan bebas, seluruh toko modern diminta untuk membatasi display dan penjualan alat kontrasepsi maupun alat bantu seksual.

Salah satunya pemerintah Kota Mojokerto yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern, melalui petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinkes Kesehatan.

Agenda tersebut sekaligus memberikan surat imbauan kepada pemilik usaha untuk tidak memajang produk alat kontrasepsi maupun alat bantu seks secara terbuka.

“Jadi selama ini di-display di tempat yang terbuka, sehingga dekat dengan jangkauan anak-anak,’’ ujar Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono.

Oleh karena itu, produk tersebut menjadi rentan untuk dibeli atau dimiliki kalangan anak di bawah umur. Dengan begitu, alat kontrasepsi maupun alat bantu seks berpotensi disalahgunakan untuk perbuatan negatif. Utamanya pergaulan bebas.

Dodik menyebutkan, produk seperti kondom, tisu magic, serta beberapa jenis produk dewasa lain harus ditempatkan pada display khusus. Pemilik maupun pengelola toko juga diminta untuk lebih selektif menjual produk yang notabene untuk program keluarga berencana (KB).

Bahkan, setiap transaksi pembelian juga harus menunjukkan kartu identitas. Menurut Dodik, proses itu wajib dilakukan untuk memastikan jika pembeli benar-benar tepat sasaran. Baik dari sisi usia maupun status pernikahannya.

Terlebih pada pertengahan Januari lalu, korps penegak peraturan daerah (perda) ini menangkap tangan pelajar bolos yang kedapatan membawa alat bantu seks. Bahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, di hanphone (HP) siswa juga tergabung dalam grup WhatsApp (WA) berkonten pornografi.

Bertepatan dengan momentum hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari besok, satpol PP akan melakukan patroli ke tempat-tempat yang terindikasi dijadikan sebagai tempat mesum. Dengan sasaran kos-kosan, hotel, maupun di tempat-tempat yang jauh dari pemantauan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini