Jelang Hadapi Arsenal, Man City Dapat Kabar Buruk

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Manchester City mendapat kabar buruk jelang menghadapi Arsenal malam nanti. Kapten tim, Kevin De Bruyne, dipastikan absen karena cedera.

City akan menjamu Arsenal di Stadion Etihad, Sabtu 17 Oktober 2020 malam WIB. De Bruyne ditarik keluar lapangan di babak kedua ketika Belgia kalah 1-2 dari Inggris di UEFA Nations League pekan kemarin.

Pelatih City, Pep Guardiola mengatakan, cedera De Bruyne tidak terlalu serius, tapi tidak tahu sampai kapan mantan pemain Chelsea itu harus menepi.

“Saya pikir cederanya tak terlalu serius, tapi dia tak bisa tampil di laga selanjutnya (lawan Arsenal). Kami akan melihat perkembangannya dari hari ke hari dan perkembangan cederanya,” ujar Guardiola, dikutip dari Sky Sports, Sabtu 17 Oktober 2020.

“Saya tidak bisa menjawab secara pasti berapa pertandingan yang akan dilewatkan De Bruyne, karena memang saya tidak tahu,” katanya.

Guardiola yakin, pendeknya rehat di antara musim Liga Premier Inggris dan singkatnya pra-musim turut berperan atas cederanya De Bruyne.

“Kevin bilang dia hanya istirahat delapan hari musim lalu. Tidak ada pra-musim, libur hanya delapan hari, delapan hari liburan, dia menghabiskan waktu dengan keluarga. Dia tak bisa berlibur, istirahat, latihan lagi di musim baru. Pada akhirnya, tubuh Kevin mencapai batasnya dan dia cedera. Itu terlalu berat,” tuturnya.

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini