Jawaban Keren Klopp saat Harus Memilih, Messi atau Ronaldo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sempat ditantang untuk memberi pendapat, siapa pemain terbaik di dunia, apakah Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, pelatih Liverpool Juergen Klopp akhirnya menjawab.

Klopp berkata, ia sudah membawa timnya menghadapi kedua mega bintang tersebut. Ia memiliki pandangan berbeda antara Messi atau Ronaldo.

“Kami sudah bermain melawan keduanya, dan hampir mustahil untuk dikawal,” kata Klopp, seperti dikutip dari Goal, Rabu 13 Mei 2020.

Ia menyebut, Ronaldo adalah potret pesepak bola yang sempurna, profesional dan bersikap baik.

“Bila Anda bisa menggambarkan diri Anda sebagai pemain yang sempurna, maka itu adalah Ronaldo, ia bisa melompat sangat tinggi dan berlari sangat cepat,” ujar Klopp.

Sementara Messi di matanya, adalah pemain yang sederhana. Ia menyukai saat Messi menggiring bola dan memimpin tim di lapangan.

“Dan di sisi lain ada Messi kecil yang membuat semuanya terlihat sangat sederhana. Namun, Cristiano juga pemain yang benar-benar luar biasa,” kata Klopp.

Meski kedua pemain memiliki bakat luar biasa dan jumlah trofi yang banyak, Klopp mengaku ia sangat terkesan dengan konsistensi dua pemain tersebut untuk terus berada di puncak.

Seperti diketahui, dalam satu dekade terakhir, dominasi Messi dan Ronaldo begitu terasa di jagat sepak bola dunia. Keduanya menjelma bukan hanya sebagai bintang, namun inspirasi bagi pemain-pemain muda yang kini tengah bersinar.

Messi kini berusia 32 tahun dan telah membela Barcelona sejak 2005, sedangkan Ronaldo sekarang berusia 35 tahun dan pertama kali mencuri perhatian dunia ketika membela Manchester United pada 2003.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini