Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem, Waspada Gelombang 2,5 Meter

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – BMKG Juanda di Sidoarjo mengingatkan, sebagian besar wilayah Jawa Timur berpotensi dihantam cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya berbagai bencana alam.

“Waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep,” kata Teguh, Selasa 24 November 2020.

“Untuk suhu udara berkisar antara 14 sampai dengan 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 55 sampai 100 persen. Selain itu, angin masih didominasi dari arah timur ke timur laut dengan kecepatan 5 sampai dengan 30 kilometer per jam,” ujarnya menambahkan.
Sementara untuk kondisi maritim perairan Jatim, kecepatan angin maksimum di laut Jawa bagian timur sekitar 19 knots (35km/jam) dan di Samudera Hindia selatan Jatim sebesar 15 knots (28km/jam).
Ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 1,2-1,3 meter dan Laut Jawa bagian timur antara 0,2-1,5 meter, sedangkan di Samudera Hindia selatan Jatim antara 1-2,5 m.
“Waspada tinggi gelombang lebih dari 2,5 m di Samudera Hindia selatan Jatim,” kata Teguh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini