Japan Open 2022: Gregoria Melenggang, Rehan/Lisa Kandas

Baca Juga

MATA INDONESIA, OSAKA – Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung melenggang ke babak kedua Japan Open 2022. Sayang, langkah ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati terhenti di babak pertama.

Gregoria mengalahkan wakil Jerman, Yvonne Li, 21-9 dan 21-7 dalam waktu 21 menit. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Yvonne membuat Gregoria bisa menang dengan mudah.

“Hari ini memang saya jadikan ajang untuk mencoba lapangan. Beradaptasi lebih lama lagi karena kemarin latihan di sini hanya satu kali dan waktunya sebentar,” kata Gregoria.

“Lawan tidak terlalu memberi tekanan kepada saya, mungkin karena tidak cocok dengan kondisi lapangan atau dengan pola permainan saya. Jadi permainan dia tidak berkembang dari gim pertama hingga gim kedua,” ujarnya.

Di babak kedua, Gregoria akan menantang wakil Chinese Taipei Pai Yu Po. Ia memburu kemenangan untuk setidaknya memenuhi target awal, masuk ke delapan besar.

“Target saya pribadi ingin tembus delapan besar dulu karena peluangnya ada. Ingin menaikkan peringkat juga jadi saya harus fokus dan mengeluarkan kemampuan maksimal,” ujar Gregoria.

Di laga lain, Rehan/Lisa dikalahkan pasangan asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie lewat pertarungan tiga gim, 22-20, 19-21, 12-21.

“Kecewa dengan hasil ini. Kita tidak menampilkan yang terbaik terutama saya. Permainan depan saya kurang yakin dan beberapa kali harusnya bola itu yang ambil Rehan tapi saya ambil dan malah jadi bumerang,” ujar Lisa.

“Permainan kita sebenarnya seimbang tapi hari ini kita kurang banyak bermain variasi. Bola saya sudah diantisipasi mereka dan saya tidak bisa mengubahnya. Selain itu, kita juga bermain terlalu terburu-buru padahal kalau kita sabar sedikit lawan juga tidak enak dan bisa mati sendiri. Ini menjadi hal yang harus ditingkatkan ke depan,” timpal Rehan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersinergi Tolak Politik Identitas Dalam Pilkada 2024

Di tengah gemuruh persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, suara-suara yang menolak politik identitas semakin nyaring terdengar. Aksi bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini