Japan Open 2022: Ganda Putra Berguguran

Baca Juga

MATA INDONESIA, OSAKA – Ganda putra Indonesia berguguran di Japan Open. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi wakil terakhir yang kandas di babak kedua.

Bertanding di Maruzen Intec Arena Osaka, Kamis 1 September 2022, Leo/Daniel kalah dari pasangan asal Korea Selatan, Choi Sol-gyu/Kim Won-ho, 15-21 dan 13-21.

Di pertandingan lain, Ahsan/Hendra-yang merupakan runner-up Kejuaraan Dunia 2022- tumbang di tangan pasangan asal Cina, Liang Wei Kang/Wang Chang, 18-21 dan 16-21.

Dengan hasil ini, ganda putra tinggal menyisakan satu wakil, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Saat ini Fajar/Rian sedang bertanding melawan pasangan Thailand, Supak Jokmoh/Kittinupong Kedren.

Sebelumnya, dua wakil ganda putra sudah tersungkur, yakni Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini