Jangan Takut Beli Makanan dari Luar Rumah di Tengah Lonjakan Covid-19 Omicron

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Membeli makanan dan minuman dari luar rumah di saat kasus Covid-19 varian omicron melonjak tajam, apakah aman?

Edukator kesehatan yang sedang kuliah di Kobe, dr. Adam Prabata, menyatakan kegiatan itu aman, jika dilakukan dengan protokol kesehatan yang benar.

“Covid-19 tidak menular melalui konsumsi makanan dan minuman,” ujar Adam melalui pesan yang dilihat Senin 7 Januari 2022.

Risiko penularan sangat mungkin terjadi bila terdapat virus di bungkus makanan dan minuman, meski risikonya kecil.

Untuk meminimalisir penularan tersebut, Adam mengingatkan dengan cara menyuci tangan dan mengolah kembali dengan menghangatkan makanan itu sebelum disantap.

Dengan langkah itu, kekhawatiran banyak orang terhadap kemungkinan terinfeksi makanan dan minuman yang dibeli dari luar rumah, bisa dihilangkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini