Jangan Mendekat! Tangkuban Parahu Masih Belum Stabil

Baca Juga

MINEWS, JABAR - Hingga Sabtu 27 Juli 2019, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu pasca erupsi Jumat lalu masih belum stabil. PVMBG pun mengimbau agar masyarakat tak mendekati sekitaran Kawah Ratu dan Kawah Upas dalam radius 500 meter.

Dijelaskan Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Nia Haerani, abu vulkanik masih berpotensi besar menyembur keluar dari titik erupsi disertai bebatuan hembusan asap.

“Potensi bahaya saat ini adalah erupsi yang bersifat freaktif,” kata Nia di Bandung.

Menurutnya, radius 500 meter dari kawah tercatat masih di sekitar bibir kawah. Sementara untuk pintu masuk dan pemukiman sekitar Gunung Tangkuban Perahu dinilai masih aman.

Masyarakat juga diminta mewaspadai adanya peningkatan konsentrasi gas vulkanik di sekitaran gunung. PVMBG menegaskan agar warga sekitar tidak berlama-lama di kawasan bibir kawah aktif agar terhindar dari paparan gas yang berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini